Apa itu Pernis Berbasis Air? Apa Saja Karakteristik dan Cakupan Aplikasinya?
Pengenalan Penggunaan Utama Pernis Berbasis Air
Pernis berbasis air terutama terdiri dari tiga kategori utama: agen utama, pelarut organik, dan penetral. Pernis ini memiliki karakteristik tidak berwarna, tidak berbau, sangat transparan, tidak beracun, bebas dari senyawa organik volatil (VOC) kimia, berbiaya rendah, dan bersumber luas, yang tidak ada bandingannya dengan pernis berbasis pelarut lainnya. Dengan menambahkan agen utama dan pengubah lainnya, pernis ini juga dapat memiliki kilap yang baik, ketahanan aus, dan ketahanan kimia, sehingga ramah secara ekonomi dan lingkungan, terutama cocok untuk pencetakan kemasan.

Karakteristik Penggunaan Utama Pernis Berbasis Air
Pernis berbahan dasar air (juga dikenal sebagai pernis dispersi) memiliki karakteristik tidak berwarna, tidak berbau, bebas dari VOC kimia, bahan berbiaya rendah, banyak digunakan, dan memiliki kilap yang sangat baik, tahan lipatan, tahan aus, dan tahan kimia, serta ekonomis dan ramah lingkungan. Pernis berbahan dasar air dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan penggunaan peralatan: kilap tinggi, kilap biasa, dan kilap matte. Dalam hal proses pembuatan, dapat dikategorikan menjadi: proses pernis daring, proses pernis air (menggunakan air dan tinta dari mesin cetak konvensional), proses mesin pernis khusus, dan proses pernis sebaris. Dalam pengoperasiannya, pernis berbahan dasar air dapat menghilangkan bahaya bagi tubuh manusia dan pencemaran lingkungan, dan semakin diminati oleh perusahaan percetakan makanan dan rokok. Pengoperasian pernis berbahan dasar air pada mesin cetak gravure lebih mudah dibandingkan dengan pernis berbasis larutan umum, terutama dengan menyesuaikan viskositas pernis, kedalaman rol aniloks, dan suhu kotak pengering. Berdasarkan pengalaman, viskositas pernis berbasis air umumnya dikontrol sekitar 15 detik (diukur pada 20℃); kedalaman rol aniloks adalah 20um, 200L/in; suhu kotak pengering adalah 120℃ (100Kw×2), dan di bawah kondisi pernis 150m/menit, jumlah aplikasi adalah 5g/m², pernis mengering seketika, dan dapat segera digunakan untuk hot stamping dan die-cutting. Saat menggunakan pernis berbasis air pada mesin cetak, metodenya berbeda dari pernis yang larut dalam minyak. Pernis berbasis minyak dapat menggunakan unit pencetakan asli dan sumber tinta, dan langsung mencetak pernis menggunakan pelat PS. Kerugian dari metode pernis ini adalah kilapnya tidak mencukupi, ketahanan warnanya tidak kuat, rentan memudar, dan tidak dapat digunakan untuk pernis basah-pada-basah, terutama untuk pencetakan cakupan penuh. Sablon pernis sebaris menggunakan metode aplikasi untuk pernis yang larut dalam air, yang berbeda dari pernis bertekanan yang larut dalam minyak pada unit cetak asli. Ia menggunakan prinsip transfer tinta dari pencetakan gravure, dan melalui rol anilox logam dan bilah pengolah tinta, mentransfer pernis ke lapisan karet atau pelat resin, lalu mengaplikasikannya ke substrat. Dalam keadaan normal, viskositas pernis sekitar 20 detik (diukur pada 20℃), kedalaman ukiran rol anilox logam adalah 23μm, 150l/in, jumlah aplikasi adalah 5g/m², suhunya 65℃, daya inframerah adalah 5,4Kw×5 tabung×2 set, dengan daya total sekitar 54Kw, kecepatan pengoperasian peralatan adalah 13000 lembar/jam, mengering seketika, tidak memerlukan penyemprotan bubuk, dan dapat langsung digunakan untuk hot stamping dan die-cutting. Namun, perlu dicatat bahwa dalam kondisi pelapisan basah-basah sebaris, tinta dan pernis berbasis air mungkin tidak sepenuhnya kering, dan pengeringan alami selama sekitar 4 jam diperlukan sebelum hot stamping. Secara umum, pernis berbasis air memiliki keunggulan teknologi yang sangat baik, mudah digunakan, hemat biaya, tidak beracun, dan tidak menimbulkan polusi, serta memiliki prospek pengembangan yang luas. Ini pasti akan secara bertahap menggantikan pernis berbasis larutan dan pernis yang larut dalam minyak dan mendominasi industri percetakan.
Penggunaan Utama Pernis Berbasis Air—Ruang Lingkup Aplikasi
Dengan pesatnya perkembangan ekonomi komoditas dan pasar, orang-orang semakin memperhatikan pencetakan dan dekorasi bahan kemasan makanan, terbitan berkala, sampul majalah, kalender, foto, kotak obat, dan bungkus rokok. Tidak hanya diperlukan cetakan warna-warni yang indah, tetapi juga permukaan akhir yang halus dan anggun, yang merupakan properti unik yang diciptakan dengan menerapkan pernis pada bahan cetakan. Menerapkan pernis pada produk cetakan tidak hanya dapat meningkatkan nilai produk cetakan, tetapi juga meningkatkan ketahanan tinta terhadap rotasi, serta kemampuan insulasi panas dan kedap airnya. Ini berfungsi untuk melindungi cetakan dan meningkatkan kinerja produk cetakan, membawa manfaat ekonomi yang substansial bagi pabrik percetakan. Pasar pernis sangat beragam, dengan pabrik percetakan makanan, pabrik percetakan berkala, pabrik percetakan komersial, pabrik percetakan merek dagang, dan pabrik percetakan karton lipat semuanya memiliki tingkat persyaratan pernis yang berbeda untuk berbagai produk kemasan. Penerapan pernis berbasis air harus mempertimbangkan sepenuhnya berbagai metode pernis, jenis kertas, kualitas produk, dan faktor-faktor lain untuk mencapai hasil terbaik. Seiring dengan perkembangan zaman, kesadaran masyarakat akan keselamatan kondisi hidup juga terus meningkat. Bagi industri percetakan, standar dan batasan di bidang kebersihan, perlindungan lingkungan, dan produksi yang aman telah ditingkatkan secara bertahap, terutama untuk pencetakan bahan kemasan makanan, yang tunduk pada persyaratan yang lebih ketat. Hanya dengan cara ini peraturan manajemen kesehatan nasional dapat dipenuhi. Oleh karena itu, pengembangan dan penerapan bahan "hijau" yang bebas polusi dan tidak mencemari menjadi hal yang mendesak. Karakteristik pernis berbasis air, seperti tidak beracun, tidak berbau, memiliki kilap tinggi, dan mudah digunakan, telah banyak diterapkan dalam industri percetakan kemasan dalam beberapa tahun terakhir dan telah menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan.











